Pages

Rabu, 22 Mei 2013

makalah karya ilmiah remaja"KOROSI"


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas kehendak-Nyalah KIR  ini dapat terselesaikan. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengamati korosi pada besi. Selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi .
Dengan terselesaikannya karya ilmiah ini diharapkan dapat memberi pengetahuan tentang bahan-bahan yang dapat timbulkan dan mempercepat terjadinya korosi (karat), proses terjadinya korosi, kerugian serta cara mencegah terjadinya korosi. Oleh karena itu, terselesaikannya KIR ini tentu saja bukan karena kemampuan penulis semata-mata. Namun, berkat dukungan dan bantuan dari pihak-pihak terkait.
Kami menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kritik serta saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapakan demi penyempurnaan karya ilmiah ini. Semoga KIR ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca tentang faktor terjadinya korosi.


Subulussalam,14 April 2013
Penulis

                                                                                                            (                                  )









DAFTAR  ISI

                                                                                                                                                                                      HALAMAN

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………..                        1
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………………………...                         2
ABSTRAK …………………………………………………………………………………………………………………...                         3
BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………………………                         4
                1.1.Latar belakang …………………………………………………………………………………………..                      4
                1.2.rumusan masalah ……………………………………………………………………………………..                       4
                1.3.Tujuan penelitian ………………………………………………………………………………………                      4
BAB II : KAJIAN TEORITIS ……………………………………………………………………………………………..                      5
                2.1. korosi ……………………………………………………………………………………………………….                       5
ü  Penyebab korosi ………………………………………………………………………………..                      5
ü  Proses terjadinya korosi …………………………………………………………………….                      5
ü  Dampak dari korosi ……………………………………………………………………........                       6
ü  Mencegah terjadinya korosi ………………………………………………………………                      6
BAB III :  METODE PENELITIAN …………………………………………………………………………………….                       7
                3.1. Alat dan bahan …………………………………………………………………………………….....                       7
                3.2. cara kerja………………………………………………………………………………………………….                       7
                3.3. waktu dan tempat ……………………………………………………………………………………                       7
BAB IV :  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………………………………………………………                      8             
                4.1. Hasil penelitian ………………………………………………………………………………………..                       8
                4.2. Pembahasan ……………………………………………………………………………………………                        8
BAB V :  KESIMPULAN    ………………………………………………………………………………………………                        9
                5.1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………..                        9
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………………….                       10




ABSTRAK


Karya ilmiah yang berjudul Pengamatan terjadinya korosi pada paku ini membahas faktor yang mempengaruhi korosi pada paku dan cara pencegahannya.tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bahan-bahan yang dapat mempercepat terjadinya korosi. Metode yang digunakan dengan melakukan penelitian langsung terhadap paku. Berdasarkan hasil penelitian, paku  yang lebih cepat berkarat / korosi adalah paku di dalam asam cuka yang terbuka. Salah satu penyebabnya adalah  karena asam cuka mengandung H+ dan asam serta dipengaruhi oleh kelembaban udara di sekitar tempat penyimpanan.


BAB  I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang masalah
Dalam bahasa sehari-hari korosi dikenal dengan perkaratan.Karat adalah sebutan bagi korosi pada besi, padahal korosi merupakan gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam. Besi adalah salah satu dari banyak jenis logam yang mengalami korosi. Karena itu tidak mengherankan bila istilah korosi dan karat hampir dianggap sama. Korosi dikenal merugikan karena bersifat merusak logam dan membahayakan.Oleh karena itu,dengan pentingnya mempelajari pencegahan korosi.


1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses terjadinya korosi?
2. Apa yang menyebabkan terjadinya korosi?

1.3. Tujuan masalah

1. Mengetahui proses bagaimana terjadinya korosi.
2. Mengetahui penyebab terjadinya korosi.



BAB  II

KAJIAN TEORITIS



2.1. korosi
          Korosi merupakan proses perubahan logam menjadi senyawa, terutama terjadi dalam lingkungan yang mengandung air, atau peristiwa teroksidasinya suatu logam oleh gas oksigen di udara.
          Salah satu contoh korosi adalah yang terjadi pada besi, atau biasa disebut dengan karat. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.XH2O. Pada proses pengamatan, besi (Fe) bertindak sebagai preduksi dan Oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat :
Anode        : Fe2+ + 2e- Fe
Katode       : 2H2O O2 + 4H+ + 4e-
Karat disebut sebagai autokatalis karena karat yang terjadi pada logam akan mempercepat proses pengaratan berikutnya.korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.
          Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektro kimia.Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, dimana besi mengalami oksidasi. (Suroso, Asih, dkk.2011)
                                                                                                                   
2.2. Penyebab korosi                                                                           
Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan
sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif                    (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa  
maupunan-organik. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif  keudara dapat mempercepat proses korosi. Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat mepercepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen fluorida beserta senyawaan-senyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik. Amoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara.
( Purba, Michael.2007)
2.3. Proses Terjadinya Korosi
            Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Contoh yang paling umum, yaitu kerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. Dengan demikian, korosi menimbulkan banyak kerugian. Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi ion dengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang mengkonsumsi electron tersebut dengan laju yang sama : proses katodik biasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya. Untuk contoh korosi logam besi dalam udara lembab.( Purba, Michale. 2007 )

2.4. Dampak dari korosi
            Karatan adalah logam yang mengalami kerusakan berbentuk keropos. Sedangkan bagian logam yang rusak dan berwarna hitam kecoklatan pada baja disebut Karat. Secara teoritis karat adalah istilah yang diberikan terhadap satu jenis logam saja yaitu baja, sedangkan secara umum istilah karat lebih tepat disebut korosi. Korosi didefenisikan sebagai degradasi material (khususnya logam dan paduannya) atau sifatnya akibat berinteraksi dengan lingkungannya. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya. Dilihat dari aspek elektrokimia, korosi merupakan proses terjadinya transfer elektron dari logam ke lingkungannya. Logam berlaku sebagai sel yang memberikan elektron dan lingkungannya sebagai penerima elektron. Reaksi yang terjadi pada logam yang mengalami korosi adalah reaksi oksidasi, dimana atom-atom logam larut kelingkungannya menjadi ion-ion dengan melepaskan elektron pada logam tersebut. Sedangkan dari katoda terjadi reaksi, dimana ion-ion dari lingkungan mendekati logam dan menangkap elektro-elektron yang tertinggal pada logam. Dampak yang ditimbulkan korosi sungguh luar biasa.
               Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau stuktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi
karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi,  kehilangan produk akibat adanya kerusakan pada kontainer, tangki bahan bakar atau jaringan pipa air bersih atau minyak mentah, terakumulasinya produk korosi pada alat penukar panas dan jaringan pemipaannya akan menurunkan efisiensi perpindahan panas, dan lain sebagainya. Berdasarkan kondisi lingkungannya, korosi dapat diklasifikasikan sebagai korosi basah yaitu korosi yang terjadi dilingkungan air, korosi atmosferik yang terjadi di udara terbuka dan korosi temperatur tinggi yaitu korosi yang terjadi dilingkungan bertemperatur diatas 500oC. ( Suroso, Asih, dkk.2011)

2.5. Mencegah terjadinya korosi
            Prinsip sederhananya adalah ”menutup” jalan masuk dan kontak antara permukaan besi dengan air dan udara. Caranya bisa bermacam-macam, misal dengan cara pengecatan, dan melapisi besi dengan bahan lain misal chrom, nekel (misal pada pelg roda sepeda kamu), penyepuhan atau galvanisasi. Ada juga logam yang dibentuk dari campuran besi sedemikian rupa namun tetap kuat yang disebut dengan STAINLESS STELL atau baja tahan karat, biasanya digunakan untuk pisau, alat dapur atau alat-alat kedokteran/kesehatan. Cara lainnya adalah dengan apa ayang disebut dengan PROTEKSI KATODIK, yaitu menlindungi benda
besi dari karat dengan menjadikannya benda itu sebagai KATODA, secara sederhana bisa dijelaskan bahwa sebatang besi akan lebih mudah terkena karat dibandingkan tembaga, maka dengan "menempelkan" besi pada sebuah tembaga, maka karat yang muncul akan "terserap" menuju besi, bukannya tembaga. Cara ini biasanya digunakan untuk jalur pipa yang panjang, menara tinggi, dan juga mulai dikembangkan dalam teknologi pencegah karat di kendaraan mobil. misalnya menara menara antena, terbuat dari besi kan. Lalu kenapa mereka tidak bisa berkarat? Itu disebabkan karena setiap beberapa waktu selalu di cat ulang, tidak menyisakan tempat bagi udara dan air bertemu dengan permukaan besi membentuk karat.                           
 ( Sagala, Polmer P. 2011 )



BAB III
METODE PENELITIAN


3.1. Alat dan bahan
1.       Tabung reaksi
2.      Paku
3.      Serbet
4.      Air
5.      Minyak tanah
6.      Air hujan
7.      Air panas
8.      Cuka

3.2. Cara kerja

1. Siapkan 10 buah tabung reaksi yang telah dibersih kan.
2. Isi 5 tabung reaksi dengan masing-masing larutan tersebut, ditutup dengan    rapat.
3. Lalu 5 tabung reaksi yang lain di isi dengan larutan yang sama masukkan sedikit kapas, biarkan tabung reaksi terbuka.
4. Simpan ditempat yang aman.
5. Mengamati perubahan paku selama 3 hari


3.3. Waktu dan tempat praktikum

            3.3.1. Waktu   : 18 februari 2013
            3.3.2. Tempat : Laboratorium IPA SMAN 1 SP. KIRI



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.                      Hasil penelitian

Tabel pengamatan
No
Paku pada tabung
Hasil Pengamatan
1
Air
Berkarat
2
Minyak tanah
Tidak Berkarat
3
Air hujan
Berkarat
4
Air panas
Berkarat
5
Asam cuka
Berkarat



4.2.                      Pembahasan

Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa paku yang dimasukkan ke dalam air,air tawar,air hujan, dan asam cuka mengalami korosi(berkarat),sedangkan paku yang dimasukkan ke dalam minyak tanah tidak mengalami korosi(berkarat),hal ini disebabkan karena minyak tanah bukan termasuk ke dalam bahan-bahan korosif(yang menyebabkan korosi).
Dari keempat bahan yang dapat menyebabkan korosi tersebut,yang paling cepat proses korosinya adalah asam cuka,karena selain termasuk kedalam bahan yang korosif(yang menyebabkan korosi),asam cuka juga menghasilkan H+ sehingga paku lebih cepat berkarat. Selanjutnya,setelah asam cuka,yang paling cepat korosinya adalah air hujan,karena air hujan mengandung CO2 yang dapat membentuk senyawa HCO3 yang bersifat asam. Kemudian setelah air hujan,yang paling cepat proses korosinya adalah air tawar, hal ini disebabkan oleh faktor kelembaban udara(air dan gas O2). Kemudian setelah air tawar adalah air panas,hal ini disebabkan karena air yang sudah dipanaskan,banyak mengandung uap air.




BAB  V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
                Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah sebagai berikut:
Ø  Asam cuka,air tawar,air hujan dan air panas termasuk kedalam bahan-bahan korosif (bahan yang dapat menyebabkan korosi).
Ø  Minyak tanah bukanlah bahan yang dapat menyebabkan korosi,oleh karena itu minyak tanah tidak termasuk kedalam bahan yang korosif.



DAFTAR PUSTAKA

Suroso, Asih, dkk.2011. Kimia untuk SMA/MA  Kelas XII Semester 1. Aspirasi
Purba, Michael. 2007. KIMIA untuk Kelas XII. Jakarta : Erlangga
Sagala, Polmer P. 2011. Jago KIMIA SMA Kelas 1, 2, 3. Jakarta : Kawan Pustaka


Thanks guys

Karya Ilmiah Remaja ( KIR ) “ Manfaat daun pandan terhadap kesehatan rambut ’’


DAFTAR ISI

Kata Pengantar    ………………………………………………………………….. I
Daftar Isi    …………………………………………………………………………….. II
Abstrak    ……………………………………………………………………………  III
BAB I PENDAHULUAN    …………………………………………………………………. 1
1.1    Latar Belakang    ……………………………………………………… 1
1.2    Rumusan Masalah        ...............................................1
1.3    Tujuan Penulisan    ……………………………………………………… 1
BAB II LANDASAN TEORI    ……………………………………………………… 2
BAB III METODE PENELITIAN    ……………………………………………………… 3
3.1 Alat dan Bahan    ……………………………………………………… 3
3.2 Waktu dan Tempat    ………………………………………….. 3
3.3 Cara Kerja        ……………………………………………………… 3
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN    …………………… 4
    4.1 Hasil Penelitian    ……………………………………………………… 4
    4.2 Pembahasan    ……………………………………………………… 4
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN    ………………………………………….. 5
    5.1 Kesimpulan    ……………………………………………………… 5
    5.2 Saran    …………………………………………………………………. 5
DAFTAR PUSTAKA    …………………………………………………………………. 6
LAMPIRAN    …………………………………………………………………………….. 7
BIODATA    …………………………………………………………………………….. 8





ABSTRAK

 Debu dan polusi, perawat rambut disalon dengan zat kimia berbahaya yang dapat merusak rambut.maka,ada kalanya rambut harus dirawat dengan cara dan bahan yang alami. Oleh sebab itu,penelitian ini membahas mengenai cara alami merawat rambut dengan bahan yang alami yang baik bagi kesehatan rambut seperti daun pandan yang merupakan segolongan tumbuhan monokotil dari genus pandanus yang memiliki kandunagn zat yang dibutuhkan rambut. Cara penggunaannya yaitu 7 lembar daun pandan dicuci lalu di potong kecil-kecil, kemudian direbus dalam air sebanyak 1 liter. Dan setelah mendidih dan warna airnya berwarna sedikit hijau atau hijau, air rebusan tersebut diembunkan semalaman dan digunakan selesai keramas dengan cara mengusapkan pada rambut setelah selesai rambut dibilas.Hal ini telah dibuktikan oleh penulis dengan pemakaian yang teratur yaitu 3 kali dalam seminggu. Selain untuk rambut manfaat lain dari daun pandan yaitu mengobati panu,rematik dan pegal linu,gelisah,lemah saraf,darah tinggi,dan menambah nafsu makan.dengan penggunaan yang teratur, rambut akan menjadi kuat dan lebat, rambut rontok dan ketombe akan berkurang,serta rambut menjadi lebih hitam.




KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan rahmat dan hidyah-Nyalah saya dapat menyelesaikan makalah karya ilmiah remaja ini.   
Makalah ini saya membahas mengenai “ manfaat daun pandan terhadap kesehatan rambut “ yang diajukan untuk memenuhi tugas pelajaran karya ilmiah remaja untuk nilai praktek akhir semester.
Dalam penulisan makalah ini begitu bnyak kesulitan yang saya temui  seperti kurang informasi dari buku-buku bacan yang berkaitan dengan makalah ini. Akan tetapi, berkat ad nya bimbingan dari guru serta dukungan dari beberapa pihak Alhamdulillah akhirnya saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada ibu Farlima selaku pembimbing dan guru mata pelajaran karya ilmiah remaja ini, yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat  kepada para pembaca, saya juga mengharapkan kritik dan saran pembaca terhadap makalah ini guna untuk perbaikan yang lebih baik lagi.



Subulussalam,13 desember 2012
      
Penulis,





BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Di jaman era globalisasi saat ini, kenderaan merupakan trnasportasi yang sangat dibutuhakan manusia. Sehingga, manusia tidak dapat lagi terhindar dari debu dan polusi yang dapat menggagu kesehatan manusia termasuk kesehatan pada rambut.
Disamping debu dan polusi pada saat sekarang ini, banyak orang yang terlalu mengikuti perkembangan jaman, salah satunya melakukan perawatan rambut yang instan. Seperti malakukan perawatan rambut di salon setiap harinya dengan menggunakan zat-zat kimia yang belum tentu baik untuk rambut. Dan pada akhirnya rambut akan rusak karena telah kehilangan nutrisinya. Padahal rambut merupakan mahkota yang menjadi kebanggaan tersensiri bagi manusia terutama para wanita.
Maka, untuk menghindari hal ini, ada kalanya rambut harus dirawat dengan cara dan bahan yang alami. Oleh sebab itu,penelitian ini membahas mengenai cara alami merawat rambut dengan bahan yang alami yang baik bagi kesehatan rambut.

1.2    Rumusan Masalah

1.2.1    Apa manfaat dari daun pandan ?
1.2.2    Bagaimana penggunaan daun pandan pada rambut ?

1.3    Tujuan Penelitian

1.3.1    ingin mengetahui manfaat dari daun pandan
1.3.2    ingin mengetahui apakah daun pandan baik bagi perawatan rambut
1.3.3    ingin mengetahu cara merawat rambut dengan bahan yang alami




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pandan

Pandan merupakan segolongan tumbuhan monokotil dari genus pandanus. Sebagian besar anggotanya merupakan tumbuh di pantai-pantai daerah tropika. Anggota tumbuhan ini dicirikan dengan daun yang memanjang (seperti daun palem atau rumput). Seringkali tepinya bergerigi akarnya besar dan memiliki akar tunjang yang menopang tumbuhan ini. Buah pandan tersusun dalam karangan berbentuk membulat, seperti buah durian. Ukuran tumbuhan ini bervariasi mulai dari 50 cm sampai dengan 5 m. daunya selalu hijau ( hijau abadi,evergreen) sehingga beberapa diantaranya dijadikan tanaman hias.

Berbagai jenis pandan menyebar dari afrika timur,asia tenggara, Australia hingga kepulauan fasifik. Paling sedikit ada 600 jenis pandan yang tersebar diseluruh dunia. Beberapa jenis pandan diantaranya, yaitu :
•    pandan wangi
•    pandan laut
•    pandan duri
•    pandan buah merah papua
•    pandan melintir
•    pandan putih
•    pandan afrika
•    dll
pandan bali sering dijadikan tanaman hias, bukanlah anggota pandanus melainkan cordyline. (id.wikipedia.org/wiki/pandan : 2011)

daun pandan memiliki banyak manfaat diantaranya untuk para ibu-ibu di dapur yaitu sebagai bahan tambahan makanan seperti pewangi makanan dan pewarna alami makanan. Daun pandan juga mengandung polifenol seperti yang terkandung dalam daun teh yang baik untuk kesehatan.selain itu, daun pandan juga bermafaat untuk mengobati panu,mengobati darah tinggi,penambah nafsu makan, mengatasi lemah saraf, mengobati rematik dan pegal linu serta mengobati sakit yang disertai gelisah.(supermetromall.com/index)

daun pandan banyak memberikan manfaat karena kandungan daun pandan yang berkhasiat. Adapun kandungan kimia daun pandan yaitu alkaloid,saponin,flavoida,tanin dan polifenol.(mistahduatujuh.blogspot.com)





BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Alat dan Bahan

3.1.1 Alat
•    Dandang
•    Pisau
•    Kompor
•    Ember kecil

3.1.2 Bahan
•    Daun pandan 7 lembar
•    Air bersih 1 liter

3.2  Waktu dan Tempat

3.2.1 Waktu
Penelitian ini dimulai dari bulan September hingga selesai
3.2.2 Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di jalan suka makmur dusun AMD tepatnya dikediaman penulis.

3.3  Cara Kerja

3.3.1 Cuci bersih 7 lembar daun pandan, lalu potong kecil-kecil
3.3.2 Masukkan potongan daun pandan kedalam dandang,lalu tambahkan 1 liter air bersih.
3.3.3 kemudian direbus hingga airnya berbah warna menjadi sedikit atau hijau
3.3.4 setelah mendidih,tuangkan kedalam ember kecil, lalu embunkan semalaman.


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian

    Hasil penelitian ini yaitu penelitian ini membuktikan bahwa kandungan zat dari daun pandan dapat memberikan nuttrisi yang dibutuhkan oleh rambut apabila dipakai secara teratur yaitu 3 kali dalam seminggu.maka,rambut akan kelihatan lebih sehat.seperti, berkurangnya ketombe pada rambut, mengurangi kerontokan pada rambut, rambut menjadi lebat dan kuat serta rambut akan menjadi lebih hitam.


4.2 Pembahasan

4.2.1 Manfaat dari daun pandan

    Daun pandan memiliki sangat banyak manfaat, selain untuk bahan tambahan makanan, daun pandan baik bagi kesehatan rambut. Disamping itu, daun pandan juga memiliki banyak manfaat lain, diantaranya :
1.    Mengobati panu
2.    Mengobati darah tinggi
3.    Penambah nafsu makan
4.    Mengatasi lemah saraf
5.    Mengobati rematik dan pegal linu
6.    Mengobati gelisah

4.2.2 Penggunaan daun pandan pada rambut

    Penggunaan daun pandan pada rambut cukup mudah yaitu selesai keramas dengan shampoo, daun pandan yang telah di embunkan semalaman ( caranya ada pada BAB III ) diusapkan merata pada rambut, setelah selesai di usapkan kemudian rambut dibilas dengan air bersih. Dan untuk mendapatkan hasil yang baik, gunakan secara teratur yaitu 3 kali dalam seminggu

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

    Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun pandan mengandung zat yang memberikan banyak manfaat. Salah satu manfaatnya yaitu dapat memberikan kesehatan pada rambut. Seperti, mengurangi kerontokan pada rambut, mengurangi ketombe pada rambut, rambut menjadi lebat dan kuat serta lebih hitam.

5.2 Saran

    Daun pandan akan memberikan kesehatan pada rambut, jika penggunaannya secara teratur. Jadi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal gunakan 3 kali dalam seminggu selesai keramas dengan shampo.  

DAFTAR PUSTAKA

(id.wikipedia.org/wiki/pandan : 2011)
(supermetromall.com/index)
(mistahduatujuh.blogspot.com)